BONTANG – Tim gabungan kembali dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan rawa dan gambut Jalan Anyeq Apui, RT 01, Desa Budaya Sungai Bawang, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (15/9/2026).
Penanganan dilakukan setelah kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya masih menyisakan titik panas di kawasan tersebut. Api yang sebelumnya membakar lahan sekitar tiga hektare belum sepenuhnya padam karena sebagian sumber api berada di bawah lapisan gambut.
Kondisi itu membuat proses pemadaman harus dilakukan secara lebih menyeluruh. Petugas tidak hanya berfokus pada kobaran yang terlihat di permukaan, tetapi juga menyisir bagian lahan yang masih berpotensi menyimpan bara.Informasi mengenai keberadaan titik api tersebut ditindaklanjuti aparat dengan mendatangi lokasi. Kapolres Bontang AKBP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu, S.I.K., M.H., CPM., CPLA., memimpin langsung proses penanganan bersama personel gabungan.
Personel Polres Bontang dan Polsek Muara Badak diterjunkan bersama unsur Koramil, BPBD Kutai Kartanegara, Mubasigana, pihak terkait dan masyarakat sekitar. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemetaan terhadap area yang masih mengeluarkan asap maupun memiliki indikasi titik panas. Kondisi lahan yang sebagian berupa rawa membuat proses pemadaman tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan kendaraan pemadam.
Jarak antara titik kebakaran dengan akses kendaraan juga menjadi kendala. Lokasi yang harus ditangani berada sekitar 500 hingga 800 meter dari jalur yang dapat dilalui kendaraan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, petugas mengerahkan sejumlah peralatan pemadaman. Mesin pompa, selang, kendaraan tangki air, vacuum tank berkapasitas 15 ton hingga puluhan pompa manual dan pompa gendong milik masyarakat digunakan secara bersama-sama.
Selang pemadam kemudian diarahkan menuju bagian lahan yang sulit dijangkau. Petugas dan masyarakat harus bergerak masuk ke kawasan rawa untuk memastikan air dapat mencapai titik-titik yang masih memiliki sumber panas. Penanganan juga dilakukan dengan menyiram dan membasahi kembali area gambut yang telah terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kemungkinan bara api yang berada di dalam tanah kembali muncul ke permukaan.
Kapolres Bontang menegaskan bahwa kondisi kebakaran lahan gambut membutuhkan penanganan hingga ke bagian bawah permukaan.
“Kita tidak boleh hanya melihat api yang tampak di permukaan. Pada lahan gambut, sumber api bisa bertahan di bawah dan sewaktu-waktu kembali muncul. Karena itu, kita pastikan pemadaman dan pendinginan dilakukan sampai benar-benar aman,” tegas Kapolres.
Hingga pukul 16.00 Wita, sebagian besar kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran telah berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat kembali bara atau titik panas baru.
Meski demikian, satu titik api masih ditemukan di bawah permukaan gambut. Titik tersebut berada di tengah kawasan rawa yang memiliki medan cukup sulit sehingga belum dapat ditangani secara maksimal. Tim gabungan tetap berada di lokasi untuk melanjutkan proses pemadaman. Peralatan yang telah dikerahkan dimanfaatkan untuk menjangkau area tersebut secara bertahap.
Kapolres juga memastikan penanganan akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar terkendali. Langkah tersebut diperlukan mengingat karakteristik lahan gambut yang memungkinkan api bertahan di dalam lapisan tanah meskipun kobaran di permukaan telah menghilang.
Selain melakukan pemadaman, petugas turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Masyarakat yang menemukan asap atau tanda-tanda munculnya titik api diminta segera menyampaikan informasi kepada petugas.
Keterlibatan masyarakat dalam penanganan karhutla dinilai penting, terutama di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan. Dukungan berupa pompa manual dan pompa gendong turut membantu mempercepat proses pemadaman di kawasan rawa. Sinergi lintas instansi dan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah kebakaran meluas. Terlebih, kondisi lahan gambut memiliki potensi menyimpan bara dalam waktu tertentu sehingga pemantauan pascapemadaman tetap diperlukan.
Tim gabungan selanjutnya akan melakukan pemantauan dan pendinginan secara berkelanjutan pada area terdampak. Penanganan akan difokuskan pada satu titik api yang masih berada di bawah permukaan gambut hingga benar-benar dinyatakan padam.
Kapolres Bontang juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla. Kewaspadaan dan pelaporan sejak dini diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila kembali ditemukan titik api di wilayah Muara Badak dan sekitarnya.



